Selasa, 07 Oktober 2008

Pengetahuan dan Hikmat: Kunci Keberhasilan di Tengah Krisis (Renungan)

Jika kita mengamati kondisi ekonomi di Amerika Serikat, di Asia dan di Indonesia maka kita akan banyak sekali menemukan gejala-gejala akan munculnya krisis dalam skala yang lebih luas. Selain itu isu lingkungan seperti “pemanasan global”, “krisis energi” dan ‘krisis pangan” ikut memperparah realita yang terjadi. Sebenarnya apa sih yang sedang terjadi?

Apa yang sedang terjadi?
Kita harus sadar bahwa selama ini, kita (dunia juga) sangat tergantung pada minyak bumi dan gas sebagai sumber energi utama. Dan seperti kita ketahui bahwa minyak bumi dan gas merupakan sumber energi yang tidak terbarukan alias akan dapat habis. Saat ini sumber energi tersebut sudah mulai terbatas persediaannya namun disisi lain Cina dan India dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang luar biasa menyerap sumber energi tersebut dengan jumlah yang luar biasa besar dan dengan pertumbuhan yang cukup tinggi pula. Akibatnya bisa dibayangkan jika permintaan jauh lebih tinggi dari pada suplai, yaitu harga minyak bumi dan gas akan mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Dan terbukti bahwa saat ini harga minyak bumi adalah yang tertinggi sepanjang sejarah.

Dengan harga minyak yang begitu tinggi, orang akhirnya mencari sumber energi lain diluar minyak dan gas bumi yang tidak dapat diperbaharui. Alternatifnya adalah sumber-sumber energi yang berasal dari tumbuhan atau bio energi. Sebagai akibatnya maka sebagian ladang atau tanah perkebunan yang biasanya digunakan untuk tanaman pangan beralih fungsi menjadi ladang atau tanah perkebunan untuk tanaman bio energi. Selain itu bahan pangan yang seharusnya dikonsumsi sebagian digunakan untuk energi alternatif. Bisa anda bayangkan bahwa yang terjadi kemudian adalah turunnya suplai bahan pangan yang kita gunakan untuk konsumsi. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya “pemanasan global” yang menyebabkan perubahan cuaca yang cukup drastis dan bencana alam sehingga banyak negara mengalami gagal panen. Turunnya suplai bahan pangan yang sangat drastis menyebabkan harga pangan ikut naik mengikuti kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minyak dan bahan pangan memicu kenaikan harga berbagai jenis komoditi lainnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Indonesia juga ikut merasakan terjadinya kenaikan harga minyak dan harga bahan pangan yang cukup tinggi karena impor kita terhadap minyak dan bahan pangan juga tinggi (seperti minyak goreng, kedelai, dsb). Akan tetapi sebagian kenaikan tersebut dapat diredam oleh pemerintah dengan memberikan subsidi kepada masyarakat. Namun dengan keterbatasan dana yang dimiliki oleh pemerintah, semakin tidak terkendalinya kenaikan harga minyak dan semakin tingginya konsumsi masyarakat akan minyak maka kemungkinan besar pemerintah tidak akan kuat menanggung beban subsidi yang mencapai lebih dari 200 triliun. Pemerintah memaksakan diri untuk tidak menaikkan harga minyak dan listrik karena kebijakan tersebut sangat tidak menguntungkan posisi pemerintah menjelang pemilu 2009.

Bisa dibayangkan jika pesta demokrasi usai maka pemerintah akan segera melepaskan beban subsidi yang ditanggungnya dan yang terjadi adalah INFLASI. Inflasi adalah kondisi dimana meningkatnya harga-harga barang dipasar. Jika inflasi tinggi maka bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunganya untuk meredam inflasi tersebut dan seluruh bank juga akan ikut menaikkan tingkat suku bunganya (baik itu deposito maupun pinjaman). Kondisi ini akan memberatkan perusahaan-perusahaan yang memiliki pinjaman di bank. Kenaikan suku bunga tersebut akan memicu penurunan aktivitas ekonomi secara umum atau lesunya kegiatan ekonomi. Jadi kita harus siap-siap menghadapi krisis dan kondisi yang kurang menguntungkan pada masa-masa yang akan datang.

Kunci Keberhasilan di Tengah Krisis
Ketika saya diminta untuk menulis artikel ini oleh Pak Djuanda, saya berdoa kepada Tuhan apa yang harus saya tulis? Tuhan sampaikan dua hal yang harus dimiliki oleh setiap anak Tuhan yang ada didalam dunia bisnis yaitu Pengetahuan dan Hikmat. Pengetahuan dan hikmat adalah kunci keberhasilan di tengah krisis.

Biasanya pengetahuan dan hikmat selalu diucapkan dalam setiap kotbah atau doa secara bersama-sama dan seakan-akan keduanya merupakan hal yang sama. Namun saya sampaikan disini bahwa pengetahuan dan hikmat adalah dua hal yang sangat berbeda. Pengetahuan adalah sesuatu yang kita dapatkan karena kita belajar atau mempelajari sesuatu. Semakin kita banyak belajar, membaca dan mempelajari sesuatu maka semakin banyak pengetahuan yang dapat kita peroleh. Alkitab menyatakan bahwa pengetahuan adalah kunci keberhasilan (Hos 4:6 [NKJV] ”My people are destroyed for lack of knowledge...- RakyatKu binasa karena kurangnya pengetahuan….).

Terkadang ketika kita sibuk bekerja dan menangani banyak masalah, kita malas untuk belajar untuk memperoleh tambahan pengetahuan, kita terlalu fokus pada masalah atau problem kita dan hal tersebut terkadang membuat kita frustasi. Kita seperti berputar-putar dalam masalah kita, apalagi jika masalah kita tidak semakin beres namun menjadi semakin ruwet. Kadang kita perlu untuk melupakan sejenak (take a break) atau perlu keluar sebentar dari masalah-masalah tersebut agar kita dapat melihat masalah tersebut dari perspektif luar atau perspektif berbeda. Untuk menemukan berbagai perspektif baru dalam melihat suatu masalah, tidak hanya dibutuhkan pengalaman namun kita juga perlu belajar dan memperoleh pengetahuan baru yang terkait dengan masalah yang kita hadapi.

Ketika saya membahas kata belajar bukan berarti saya menyuruh anda untuk sekolah lagi akan tetapi kita bisa belajar dan memperoleh pengetahuan lewat berbagai media. Kita bisa belajar lewat pengalaman kita sendiri, lewat pengalaman orang lain atau teman kita, buku, atau yang paling popular saat ini yaitu internet. Saya juga belajar dengan mengikuti berbagai asosiasi atau perkumpulan yang selalu mengadakan forum diskusi dan seminar secara rutin setiap bulannya. Dari forum diskusi dan seminar tersebut saya banyak memperoleh tambahan pengetahuan (dalam seminar-seminar tersebut saya juga bertemu Pdt. Dr. Hanny Layantara yang juga selalu rindu untuk memperoleh tambahan pengetahuan).

Banyak media yang dapat kita gunakan untuk belajar dan memperoleh tambahan pengetahuan sebagai bekal untuk menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi. Pada akhirnya saya ingin mengatakan bahwa kita harus rajin untuk mendalami dan mempelajari tentang segala hal baru yang terkait dan berpengaruh terhadap masalah atau bisnis kita sehingga kita akan menjadi seseorang yang memiliki keahlian atau menguasai bisnis tersebut. Jadilah seorang yang ahli dan mumpuni dalam bisnis yang saudara miliki dengan selalu meng-‘update’ pengetahuan-pengetahuan terbaru dan paling canggih. Berdasarkan pengalaman saya, Tuhan terkadang memberikan kita hikmat melalui pengetahuan-pengetahuan baru yang kita pelajari atau peroleh.

Kedua yang harus saudara miliki adalah hikmat. Hikmat tidak dapat kita pelajari seperti halnya pengetahuan karena hikmat datangnya dari Tuhan dan Tuhan adalah sumber hikmat (Ayub 12:13). Masalahnya adalah bagaimana agar kita bisa selalu mendapat hikmat dari Tuhan? Pertama kita lihat di alkitab dalam Maz 111:10 “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan,”. Ayat tersebut mengatakan bahwa jika kita takut akan Tuhan maka kita akan dapat memperoleh hikmat. Takut akan Tuhan maksudnya adalah “hidup kudus” (Holiness) dimana kita hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam alkitab. Kedua, adalah tetap membaca dan mempelajari firman Tuhan karena dari sana terdapat banyak rahasia-rahasia hikmat (Maz 19:8). Saya percaya bahwa meskipun Firman Tuhan ditulis pada ribuan tahun yang lalu namun tetap masih sangat relevan dengan kehidupan, masalah dan pergumulan kita saat ini. Firman Tuhan merupakan pelita bagi kaki kita untuk melangkah kearah yang benar sesuai dengan tujuan yang telah Tuhan tetapkan dalam hidup kita. Percayalah bahwa tujuan tersebut bukan kecelakaan namun damai sejahtera dan hari depan yang penuh dengan pengharapan (Yer 29:11).


Penutup
Pengetahuan dan hikmat adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan yang paling utama (Ams 4:7 [AMP] “For skillful and Godly Wisdom is the principal thing…”-“Keahlian/skill dan hikmat Tuhan adalah masalah yang utama”). Dengan pengetahuan dan hikmat maka akan ada jaminan masa depan dan pengharapan (Ams 24:14 [MSG] “Likewise knowledge, and wisdom for your soul-- Get that and your future's secured, your hope is on solid rock - Demikian pengetahuan dan hikmat untuk jiwamu--dapatkan hal tersebut dan masa depanmu akan aman, harapanmu akan kuat seperti batu karang”. Pengetahuan tanpa hikmat adalah kesia-siaan dimana kita tahu akan segala hal namun kita tidak tahu apa faktor kunci keberhasilan kita. Sebaliknya jika kita hanya mengandalkan pada hikmat tanpa pengetahuan maka kita akan gagal dalam menerjemahkan hikmat yang Tuhan nyatakan dalam pikiran kita menjadi suatu tahapan yang sistematis dan konkrit dalam menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi dalam bisnis kita.

2 komentar:

joe mengatakan...

two thumbs up

joe

Deddy Marciano mengatakan...

My little brother, how are you and your family? hopefully the grace and love of jesus christ always flow on your life. GBU